• Selamat Menunaikan Ibadah Puasa & Perubahan Jam Layanan Selama Bulan Ramadhan   • Pemberitahuan Pengenaan Biaya Administrasi Bank Ekonomi   • CBN Luncurkan CBN iControl, Layanan Internet Sehat dan Aman
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Sign In | Registration | Entrepreneurs | Love Your Work | Professions | Career Tips | Consultation |
 
   
Career Tips   
 




hanyawanita.com

13 Hal yang 'Diharamkan' Dibahas dengan Rekan Kerja
Career Tips Thu, 24 Jan 2008 14:00:00 WIB

Apakah Anda termasuk yang 'ember bocor' mudah berbagi informasi apa saja tanpa disaring dulu ke rekan kerja? Jika ya, sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk ini jangan tunggu sampai cap negatif melekat pada diri Anda.

Namun Anda tak sendiri, sebagian besar orang suka bergosip di kantor. Seperti bola salju, gosip akan meneybar, makin lama makin besar, dan mungkin sudah dibumbui hingga lebih 'hot'. Tak heran, jika pada akhirnya versi yang beredar jauh melenceng dari cerita yang sebenarnya.

Mungkin Anda masih bisa cerita mengenai keinginan memiliki anak atau masalah perut yang mulai membuncit akibat timbunan lemak ke sahabat, namun tak dianjurkan hal itu diucapkan di semua teman kantor tanpa pandang bulu.

Sudah jamak kalau orang suka melebih-lebihkan cerita. Kalau yang menganggap itu hanya sekadar gosip tak masalah. Namun Ada jenis orang yang sangat percaya gosip dan menelannya mentah-mentah lho. Ini yang bahaya. Bisa-bisa reputasi Anda terpuruk hanya gara-gara Anda salah bicara ke orang yang tidak tepat.

Sebagian besar orang-orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, minimal 8 jam sehari bahkan lebih, tak heran jika sebagian sulit memisahkan antara pekerjaan dan pertemanan, ujar Susan Solovic, pendiri dan CEO SBTV.com, serta penulis buku “Reinvent Your Career: Attain the Success You Desire and Deserve”.

"Pada lingkungan sosial demikian juga lingkungan kerja, harus diingat Anda bisa menjadi sahabat yang baik dan menciptakan raport bagus di mata atasan. Namun harap bedakan, bisnis ya bisnis dan pertemanan tetap pertemanan," tandas Solovic

Sayangnya, sebagian besar karyawan tidak menyadari bahwa yang mereka ucapkan berdampak pada citra profesional yang disandangnya. Orang yang bicara terlalu banyak, mengenai dirinya atau orang lain, bisa dinilai tidak kompeten, tidak produktif dan tidak memiliki cukup profesionalitas kerja.

Untuk menghindari kasus 'ember bocor' di masa datang, ada 13 hal yang 'haram' hukumnya dibahas dengan rekan kerja karena dampaknya yang kurang baik, baik dari sisi pertemanan atau rekanan. Apa saja? Yuk, simak!

  • Besaran gaji. Jumlah gaji hanya cukup diketahui manajer personalia dan Anda, kata Solovic. Membukanya hanya akan menunjukkan Anda tak cukup mampu menjaga rahasia.
  • Sejarah kesehatan. “Tak seorang pun sungguh-sungguh peduli mengenai penyakit yang Anda derita, operasi terakhir yang dijalani atau bahkan ketidaksuburan atau hal-hal lain yang terkait dengan sejarah kesehatan Anda. Bagi perusahaan, sejarah kesehatan yang bertumpuk hanya akan membuat Anda 'mahal' di mata perusahaan serta dicap sebagai karyawan berisiko tinggi.
  • Gosip. Apapun yang Anda gosipkan, tak diragukan lagi akan menyebar. Jika teman gosip itu 'ember bocor' bukan tidak mungkin dia akan menggosipkan anda dengan orang lain. Nah.
  • Protes pekerjaan. Secara konstan memprotes beban kerja, tingginya stres atau hal-hal lain akan membuat perusahaan mencoret nama Anda dari daftar yang layak dipromosikan, ujar Solovic.Jika Anda tak setuju dengan kebijakan dan prosedur perusahaan, lakukan keluhan melalui jalur yang tepat atau segera angkat kaki untuk pindah ke perusahaan lain.
  • Biaya hidup. Jangan pernah mengumbar biaya hidup yang Anda habiskan, atau orang akan berspekulasi mengenai kehidupan Anda, misalnya jika Anda hidup jauh di atas gaji yang dterima tiap bulannya.
  • Detil keintiman. Jangan berbagi keintiman di tempat tidur dengan rekan kerja, bahkan walaupun itu teman yang dianggap dekat. Suatu ketika rekan kerja akan menggunakan ini sebagai senjata untuk melawan Anda, pesan Solovic.
  • Politik atau Agama. “Orang-orang biasanya punya hasrat besar membahas politik dan agama," kata Solovic. Mungkin ada erkan kerja yang tak setuju dengan pendapat anda dan malah menilai negatif semua komentar Anda yang akan berdampak pada kemajuan karir.
  • Perubahan gaya hidup. Perpisahan, perceraian atau merencanakan punya anak harusnya hanya dibicarakan dengan orang yang benar-benar dikenal. Jangan pula membahas mengenai keterbatasan yang anda miliki, karena bisa-bisa hal itu menjadi dibesar-besarkan saat sampai ke telinga orang lain.
  • Profil jejaring sosial/blog. Apa yang Anda katakan di komunitas jejaring sosial atau di blog pribadi mungkin bisa berdampak pada rusaknya citra, jika tak dilakukan dengan hati-hati. "Komentar online dapat dilihat oleh ribuan pasang mata . Dan sevuah kata-kata kasar karena kemarahan di suatu hari tetap akan membekas di ingatan mereka yang langsung menyematkan Anda pribadi pemarah yang gampang naik pitam," ujar Solovic.
  • Pandangan negatif untuk kolega. Jika anda tak setuju dengan gaya hidup rekan kerja, busana atau bahkan kemampuan profesional, ungkapkan hal ini langsung kepada orangnya atau cukup simpan untuk diri sendiri. Kantor bukanlah tempat untuk kontroversi.
  • Mabuk dan sebuah malam liar. Boleh saja menghabiskan akhir pekan dengan sedikit bersenang-senang hingga mabuk, namun tetap tahan diri untuk tidak membuka hal itu kepada rekan kerja. Informasi ini bisa membuat Anda terlihat tidak profesional dan tak dapat diandalkan.
  • Masalah dan hubungan pribadi. “Kegagalan perkawinan dan romantisme yang naik turun mengisyaratkan ketidakstabilan Anda di mata perusahaan. Jika terlibat cinta lokasi, saat putus atau bertengkar akan langsung menyebar. Ingat aturan ini "Never get your honey where you get your money".
  • SARA. Mungkin rambut rekan kerja yang keriting kecil-kecil dengan kulitnya yang super gelap Anda anggap sesuatu yang lucu, namun bisa saja Anda salah, kata Solovic. Jangan pernah ambil risiko ini. Jangan membahas hal yang menyerempat isu SARA di kantor.
Nah, selamat belajar lagi!

Sumber: hanyawanita.com




Other articles

Atasi Gangguan Dari Rekan Sekerja
Sun, 20 Jan 2008 12:00:00 WIB
Memulihkan Diri dari Penolakan
Thu, 17 Jan 2008 14:00:00 WIB
Resolusi 2008: Berkarir Lebih Baik
Sun, 13 Jan 2008 12:01:00 WIB

 

 
Male Emporium Majalah Lisa Bisnis Indonesia conectique.com
 
Agenda
 
September 2010
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
 
 
0%

Tingkat pengangguran di negara Andorra


(amusingfacts.com)

 
Career Tips
 
Dewasa Dalam Berkarir dan Raihlah Kesuksesan
Thu, 02 Sep 2010 14:24:00 WIB