NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Hobbies | LifeStyle | Eccentric | Female First | The Executive Corner | Drinks | Automotive Tips | Bar Jokes | Sex
 
Sex Adventures  
 




Senior

Pria DE Perlu Didukung Pasangannya
Sex Adventures Mon, 04 Sep 2006 13:16:00 WIB

Disfungsi ereksi atau DE memiliki efek yang sangat berarti bagi hidup seorang pria, termasuk dalam relasi dengan pasangannya. Bahkan, hal ini juga memengaruhi kehidupan seksual pasangannya. Namun, situasi ini sering tidak terkomunikasikan.

Kegagalan komunikasi ini tentu saja bakal memengaruhi hubungan selanjutnya. Di lain sisi, penanganan DE juga menuntut adanya komunikasi dengari dokter yang ahli di bidangnya. Jadi, dalam hal ini penanganan DE mengandaikan adanya trias komunikasi, dengan pasangan, partner, dan sang dokter.

Pengalaman si wanita bisa jadi memengaruhi penanganan maupun pengobatan DE si laki-laki. Para dokter sebaiknya sadar bahwa perhatian si wanita terhadap pasangannya yang menderita DE merupakan potensi yang berarti.

Sebuah penelitian menunjukkan, DE memiliki efek negatif pada pengalaman seksual wanita. Penggunaan terapi PDE5 inhibitor (obat yang digunakan untuk mengembalikan fungsi ereksi) pada pria DE dapat mengurangi efek tersebut. Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan partner atas penanganan DE dapat dipengaruhi dengan perubahan fungsi seksual sesuai pengalaman si wanita.

Demikian diungkapkan Prof. Aksam A. Yassin, MD, Ph.D, EdD FEBU, guru besar urologi dan seksualitas manusia dari Segeberger Kliniken, Jerman, dalam simposium internasional di bidang kedokteran seksual yang baru pertama kalinya diselenggarakan oleh Asosiasi Seksologi Indonesia dan Universitas Hang Tuah, Surabaya.

Seminar yang berlangsung di Hotel Hyatt Regency Surabaya bertajuk Better Sexual Life For Best Quality of Life selama lima hari itu menghadirkan pembicara dari berbagai negara, antara lain Jerman, Singapura, Australia, Taiwan, Austria, Korea, dan tentu saja Indonesia. Ratusan dokter, yakni dokter umum, spesialis andrologi, kandungan atau ginekologi, urologi, ahli hormonal, endokrinologi, kesehatan jiwa dan jantung maupun psikolog, hadir dalam kesempatan ini.

Selanjutnya Prof. Yassin yang berdarah Siria ini menambahkan, penelitian atas kepuasan partner dan kualitas hidup merupakan penelitian prospektif yang cukup unik karena mengeksplorasi perkembangan fungsi ereksi dan berkembangnya kualitas hidup seksual pada pasien pria dan pasangannya. Penelitian juga menunjukkan bahwa Levitra secara berarti memperbaiki DE dan fungsi seksual pada pria DE.

Secara klinis, perubahan penting teramati dalam kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya dan kepuasan atas penanganan yang dijalani bersama. Dalam penelitian juga terungkap bahwa kualitas hidup seksual pria DE dengan pasangannya membaik cukup berarti dibanding saat DE mulai dirasakan.

Selain pemaparan dari Prof. Yassin, ada puluhan tema lain yang disajikan dalam kongres ini. Yang paling menarik adalah paparan mengenai pentingnya testosteron pada pria di atas usia 50 tahun untuk berbagai keluhan, semisal hilangnya hasrat seksual, mengecilnya otot, meningkatnya lemak tubuh, depresi, anemia, dan pengeroposan tulang.

Testosteron yang pada usia ini tidak lagi diproduksi dalam jumlah memadai dapat diberikan dengan cara injeksi yang dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Hasilnya, kualitas hidup akan kembali seperti semula, meski tidak sebaik saat masih muda. **** (abd)

sumber gambar: getty images

Sumber: Senior




Other articles

6 Mitos Seks
Sat, 26 Aug 2006 09:30:00 WIB
Gara-gara Kerja, Pria Jadi Malas Bercinta
Mon, 14 Aug 2006 12:49:00 WIB
Pembenaran Perselingkuhan, Teganya…
Mon, 07 Aug 2006 14:20:00 WIB

 

 
CBN Majalah Biskom oto.co.id  Simulasi Aplikasi Online Gatra
 
 
46

persen remaja Indonesia usia 15 - 19 tahun sudah berhubungan seks


(BKKBN)

 
Automotive Tips
 
Thu, 29 Sep 2016 16:28:00 WIB
Ada Angka 3, 2 dan L di Transmisi Otomatis, Ini Fungsinya

 
Drinks
 
Thu, 29 Sep 2016 16:59:00 WIB
The Brindle

 
Bar Jokes
 
Inspeksi Mendadak Walikota
Mon, 26 Sep 2016 17:53:00 WIB

Setelah dilantik, seorang Walikota melakukan inspeksi mendadak ke sebuah Rumah Sakit Jiwa di kotanya. Kunjungan Walikota yang sangat mendadak ini membuat para pengurus Rumah Sakit Jiwa kebingungan dan mencoba membuat acara seadanya untuk menyambut Walikota.