• Penutupan Layanan CBN Mobile 3.5G thru XL   • CBN Menaikkan Dua Kali Lipat Bandwidth DirectNet di Bogor dan Bandung   • Kantor Pusat CBN Pindah
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Headline | Hot Topic | Politics | Economy | General | E-Marketing | Sports | Consultation | Regional | Law & Crime |
 
   
General  
 




SuaraMerdeka

Baru 2009, Harga BBM Turun
Kemungkinan Hanya Premium

General Sat, 01 Nov 2008 09:26:00 WIB


Jakarta - Presiden mengatakan pemerintah tengah menghitung kemungkinan menurunkan harga BBM mengikuti tren harga minyak dunia yang saat ini mendekati 70 dolar AS per barel. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla menduga harga BBM kemungkinan baru bisa diturunkan tahun depan, karena subsidi BBM yang dianggarkan tahun ini sudah habis terpakai.

Usai shalat Jumat di Kantor Wapres, Kalla menyebut ada tiga faktor yang menjadi pertimbangan untuk memutuskan kenaikan harga BBM. Yaitu rata-rata harga minyak mentah selama satu tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan besaran subsidi.

’’Dalam APBN pemerintah mengasumsikan harga minyak mentah pada 80 dolar per barel sebagai harga rata-rata selama satu tahun, bukan harga spot pada satu waktu tertentu. Sedangkan asumsi kurs 9.100 per dolar AS,’’ ujarnya.
Wapres melihat harga minyak mentah dunia dewasa ini turun- naik. Setelah naik dari 60 dolar per barel mencapai rekor tertinggi di atas 140 dolar per barel, dewasa ini sudah mendekati 70 dolar per barel.

’’Karena itu kita lihat apakah masih bisa turun lagi. Akan tetapi tahun depan pasti kita akan turunkan jika rata-rata harga minyak di bawah 80 dolar AS,’’ jelasnya.

Kalla mengatakan, penurunan harga tidak mengacu pada nilai BBM sebelum dinaikkan beberapa waktu lalu. Pasalnya, asumsi yang mendasari harga BBM sudah berbeda saat ini.

Dia menyebut APBN 2008 disusun menggunakan asumsi harga minyak dunia rata-rata 80 dolar per barel. ’’Kalaupun harga sekarang turun sampai 70 dolar, tentu itu belum dipakai. Karena rata-ratanya harga BBM masih cukup besar. Jika angka subsidinya tentu dipakai angka 80 dolar AS,’’ lanjutnya.

Sedangkan dana subsidi yang dalam APBN 2008 dianggarkan sebesar Rp 128 triliun, menurut dia, sudah terpakai seluruhnya, sehingga sudah tidak ada sisa.

Hanya Premium
Wapres menyebut BBM yang paling besar peluangnya untuk diturunkan harganya adalah premium yang jumlah subsidinya paling sedikit. Sedangkan harga minyak tanah sulit dilakukan karena besaran subsidinya mencapai Rp 4.000 per liter. Jauh lebih besar dibanding subsidi premium yang hanya Rp 1.000 per liter. Solar juga masih mendapat subsidi cukup besar, karena harga pokoknya relatif sama dengan minyak tanah.

Senada dengan Wapres, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengisyaratkan pemerintah akan menurunkan harga BBM setelah harga pertamax atau premium nonsubsidi berada di bawah premium bersubsidi yakni Rp 6.000 per liter.

’’Saya kira itu betul-betul yang menjadi pertimbangan untuk turunkan BBM. Pemerintah tidak mau harga pertamax di bawah premium bersubsidi,’’ katanya saat meninjau sebuah pabrik biodiesel di Bekasi, Jumat (31/10).(A20,J10-49)

Sumber: SuaraMerdeka




Other articles

Trailer Melintang, Tol Cikampek Macet Panjang
Sat, 01 Nov 2008 08:55:00 WIB
Usai Shalat, Amrozi Pamitan
Sel Digeledah, Tujuh Teroris Dipindah

Sat, 01 Nov 2008 09:01:00 WIB
Penggusuran Kompleks Ditjen Pajak
Ketua RT Adu Mulut dengan Eksekutor

Fri, 31 Oct 2008 16:56:00 WIB

 

 
VOA News Indosiar.com Fajar.co.id Berita8 dotcom
 
Agenda
 
February 2010
SMTWTFS
123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28
 
 
41.177
kartu kredit yang belum dilengkapi dengan chip. Per 1 Januari 2010 pemerintah berharap semua kartu kredit telah dilengkapi dengan chip
(kontan.co.id)
 
Currency Rate
 
Tue, 09 Feb 2010 16:11:00 WIB
 SALEBUY
USD9470.009320.00
SGD6684.506555.50
HKD1219.751198.45
AUD8278.958109.95
JPY106.19103.56
EUR13022.4512787.45
Source: BCA
 
Weather
 
Tue, 09 Feb 2010 08:00:00 WIB
Jakarta24-32°C
Denpasar24-32°C
Surabaya24-34°C
Medan25-34°C
Makassar24-30°C
Bandung20-28°C