| |
|
 
Siska Widyawati (27) Smart Woman Wed, 01 Mar 2006 15:28:00 WIB Mencintai kehidupan dengan bekerja. Nampaknya itulah gaya hidup Siska Widyawati yang biasa disapa dengan Siska ini, dalam menjalani kehidupannya. Bagaimana tidak, kepiawaiannya dalam menyelami kehidupan ia dapatkan dari pekerjaan yang ia geluti saat ini. Pekerjaannya sebagai seorang wartawati di Kantor berita asing JIJI Press telah banyak menempa hidupnya. Pengalaman-pengalaman tak terduga banyak ia dapatkan setelah ia melewati petualangan yang panjang saat melakukan liputan.
Berkat tempaan itu pula Siska yang suka menyisihkan waktu luangnya dengan membaca dan memasak ini, semakin mematangkan jiwanya dalam menghadapi situasi seburuk apapun dalam hidupnya. "Terus terang dengan banyaknya pengalaman aku yang hampir setiap hari bertemu dengan banyak manusia, saya merasa mendapatkan banyak kesempatan untuk dapat mengenal manusia lebih dalam. Dan tentu saja dengan sendirinya aku "dipaksa" untuk terus mengenali diri sendiri dalam waktu yang sangat sempit,"tutur Siska.
Namun disitulah Siska merasakan bahwa pekerjaan yang dia geluti saat ini sungguh mengasyikkan bagi dirinya. Apalagi ia merasa bahwa usianya yang relatif masih muda ini, dituntut untuk terus menggali dan mengasah kemampuannya dalam segala bidang. Dan bagi Siska dunia jusnalis adalah tempat yang tepat bagi dirinya.
"Bekerja sebagai seorang jurnalis memang menyenangkan dan penuh tantangan. Aku bisa berkeliling Indonesia tanpa harus mengeluarkan biaya,"katanya seraya tertawa. " Bisa mengunjungi daerah-daerah konflik seperti Ambon, East Timor sampai kemarin "ground zero" Bali. Dari berkunjung ke daerah-daerah itu pula aku bisa belajar banyak tentang, manusia, keculasan politik dan hal-hal lain yang menurut aku "mengerikan" diluar pemikiranku. Tapi dukanya ya, memang kita bekerja nggak ada habis habisnya. Bahkan terkadang saya rindu jalan-jalan santai sama suami.... Tapi sampai saat ini, hal itu bukan menjadi masalah yang besar bagi kami,"tutur Siska yang telah terjun di dunia jurnalis sejak tahun 1999 yang lalu.
Tak heran jika untuk menyeimbangkan ritme kerjanya, Siska dan suaminya bersepakat untuk tidak mendiskusikan masalah pemberitaan jika sudah terlalu penat. Tentunya selain menjaga kualitas pertemuan. Menjaga intensitas komunikasi dan telepon maupun SMS dengan suaminya.
Yang pasti, Siska yang berencana akan punya momongan setelah kehidupan mereka stabil ini, tidak bisa lepas dari dunia wartawan lapangan. "Mungkin 2-3 tahun aku akan berkonsentrasi menulis. Pada masa-masa itu mungkin aku berpikir untuk punya anak. Aku dan suami sepakat untuk mempunyai anak pada saat kami sudah dapat mengontrol pekerjaan kami, bukan pekerjaan yang mengontrol kami,"tutur istri Dulhadi seraya menutup pembicaraan dengan CBN. ariyani
|  |
 
|
|
|
|